am-IMG_8574.jpg

Che Nung Coffee Luwak khusus kami persembahkan untuk anda yang mementingkan 100 % kualitas, murni dan keaslian dari kopi luwak. Kami memprosesnya secara natural tanpa campuran bahan apapun karena kami memilki perkebunan kopi dan peternakan hewan luwak sendiri.

Che Nung kopi luwak diproses dari kopi jenis robusta pilihan yang kami petik langsung dari pohon kopi robusta. Kami memetik buah kopi hanya bila buah kopi tersebut telah berwarna merah kehitaman.

Setelah buah kopi kami petik akan kami cuci dahulu hingga bahan kimia pestisida yang menempel pada buah kopi menjadi bersih. Buah kopi yang telah bersih dari bahan kimia pestisida akan kami berikan kepada hewan luwak yang kami ternak.

Rata-rata semua hewan luwak yang kami ternak mendapat buah kopi perhari sebanyak 1 ( satu ) kg. Dari 1 kg perhari buah kopi yang telah kami cuci dan kami pilih, tidak semua di makan oleh hewan luwak. Hewan luwak hanya mampu memakan sebanyak 300 – 500 gram buah kopi perhari dengan hasil antara 200 – 400 gram kopi luwak basah perhari.

Cara kami memberi makan hewan luwak yang kami ternak berbeda dengan peternakan hewan luwak lainnya. Kami tidak pernah memaksakan luwak peliharaan kami untuk makan sebanyaknya dengan cara menyisipkan biji kopi kedalam buah pisang atau pepaya . Hal ini bisa di lihat dari bongkahan kopi luwak kami, bongkahan kopi luwak kami dijamin 100 % biji kopi yang tua dan terbaik karena hewan luwak tidak akan memakan buah kopi bila buah kopi tersebut bukan buah kopi yang matang benar atau terbaik.

Kopi luwak adalah kopi terbaik di dunia. Hal ini bisa kita lihat dari harga kopi luwak yang sangat fantastis dan mahal hampir disemua café atau coffee shop di negara-negara lain. Harga kopi luwak di Eropa dan Amerika berkisar antara $ 30 hingga $ 100 percangkir. Di Indonesia harga kopi luwak di jual antara Rp. 80.000 sampai Rp. 125.000 percangkir. Bukan karena masalah harga yang membuat kopi luwak menjadi kopi terbaik melainkan kopi luwak memang memiliki rasa kopi yang begitu nikmat, lembut dan tahan lama di dalam mulut kita.

Sekilas tentang sejarah awal mula di temukan kopi luwak yang begitu sensasional ini :

Asal mula kopi luwak yaitu di tahun 1830 an , pada waktu itu Indonesia masih di jajah oleh Belanda dan Koloni Belanda memerintahkan untuk dibukanya prekebunan kopi besar besaran di pulau Sumatera dan Jawa dengan bibit kopi jenis Arabika yang di datangkan langsung dari Yaman.

Pada waktu itu di kenal juga dengan sebutan tanam paksa, para pribumi asli Indonesia diwajibkan untuk berkebun kopi, yang mana hasil dari kebun kopi tersebut wajib diserahkan ke koloni Belanda. Para buruh kopi di larang untuk menikmati buah kopi yang di tanam oleh mereka hal ini di awasi langsung oleh para saudagar yang berasal dari Belanda.

Selama bertahun-tahun para buruh kebun kopi hanya bisa melihat buah kopi yang memerah tanpa bisa menikmati rasa dari biji kopi tersebut dan secara tidak sengaja para buruh kebun kopi sering menemukan kotoran yang berbentuk bongkahan berisi biji kopi, setelah diselidik ternyata bongkahan tersebut adalah kotoran yang berasal dari pembuangan hewan musang ( luwak ).

Hewan musang ( luwak ) hanya mampu mencerna buah kopi saja dan biji kopi yang termakan oleh hewan musang keluar kembali melalui kotoran musang itu sendiri. Karena begitu inginnya para buruh untuk bisa menikmati rasa dari biji kopi akhirnya di kumpulkanlah kotoran musang ini dan diolah sendiri oleh para buruh kebun kopi.

Kotoran musang yang dikumpulkan oleh para buruh kebun kopi ternyata memiliki rasa yang begitu nikmat dan beraroma tajam. Akhirnya kabar tentang kotoran musang yang berisi biji kopi ini tersebar luas dari para buruh ke saudagar kebun hingga ke Benua Eropa.

Akhirnya kopi yang berasal dari kotoran musang ini menjadi cindera mata yang bernilai tinggi karena cita rasa yang sangat nikmat dan aroma kopi yang tajam. Jadi kopi luwak memang sudah menjadi kopi terbaik dan termahal sejak jaman dulu di karenakan langka dan uniknya kopi luwak ini.

Kopi luwak saat ini :

Binatang Luwak (Paradoxorus hermaproditus) adalah binatang yang memiliki habitat di sekitar Asia Tenggara tetapi hanya Luwak asal Indonesia yang memakan buah kopi terbaik dan menghasilkan kotoran dengan biji kopi terbaik. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan kopi luwak, ada yang melakukan melalui pencarian yang cukup panjang dengan masuk ke hutan belantara yang memiliki banyak pohon kopi sampai dengan cara menangkap musang atau luwak lalu di lepaskan di kebun kopi yang telah masuk musim panen, lalu seharian para kolektor kopi luwak itu mencarinya di sekitar kebun kopi.

Begitu terkenalnya kopi luwak hingga sempat membuat beberapa kalangan meragukan kalau kopi luwak ini benar-benar kopi yang terbaik di dunia. Akhirnya ada peneliti dari negara Canada, Prof. Massimo Marcone yang membuktikan bahwa kandungan Protein yang ada di perut Luwak yang membuat biji kopi berfermentasi dan matang lebih sempurna sehingga rasa yang dihasilkan jauh lebih enak dan padat dibandingkan kopi yang lain.

Kemahsyuran kopi luwak hingga mencapai belahan dunia hingga membuat harga kopi luwak ini melambung jauh, dibeberapa negara hanya kalangan masyarakat kelas atas saja yang mampu meminum kopi ini. Kopi luwak ini bahkan sempat masuk ke acara Realty Show yang di pandu oleh Oprah Winfrey dan di nobatkan sebagai makanan termahal nomor 2 di dunia oleh majalah Forbes.

Sekarang untuk mendapatkan Kopi luwak sudah cukup mudah, di Indonesia sudah cukup banyak peternak binatang luwak salah satunya adalah Chenung Coffee Luwak yang mempunyai perkebunan lebih dari 100 hektar dan memiliki perternakan sendiri di Way Tenung, Sumatera Indonesia.

Banyak sekali permintaan akan kopi luwak dari seluruh dunia, tetapi karena sulitnya menangkar dan mengumpulkan kotoran luwak yang berisi biji kopi ini maka stok kopi luwak sering sekali kekurangan.

Kopi luwak menurut Dr. Phaidon L Toruan Pakar hidup sehat dan Dr. Ir Yadi Haryadi, Msc Ahli Teknologi Pangan IPB ( Institute Pertanian Bandung ) yang kami kutip dari detik health : ” Kopi luwak tidak mengandung Pestisida ”

Bila anda peminum kopi dalam satu hari lebih dari 2 kali maka lebih baik mulai sekarang anda beralih ke Kopi Luwak karena kandungan Pestisida di dalam kopi biasa pada umumnya sangat beresiko buat anda dan dapat menyebabkan penyakit kanker , ADHD pada anak, gangguan system saraf dan melemahkan system kekebalan tubuh.

Pestisida seringkali disebut sebagai ‘ racun’ tapi buat para petani yang menggunakan pestisida untuk mencegah kerusakan pada tanaman akibat hama atau pembusukan. Meskipun dalam jumlah tertentu penggunaan pestisida untuk tanaman masih dapat ditolerir oleh tubuh kita tapi alangkah lebih baiknya jika sebisa mungkin terhindar dari pestisida tersebut.

Tapi sekarang kita tidak terlalu risau akan kopi yang mengandung pestisida tersebut karena anda dapat tetap menikmati kopi dengan bebas sesuka anda. Kopi yang layak di minum dan tidak beresiko pada kesehatan dan itu adalah ” KOPI LUWAK “. Mengapa? Karena pestisida pada kopi luwak telah “dibersihkan” secara alami di dalam perut hewan musang atau sering kita sebut Luwak

Masih menurut Dr. Phaidon yang juga pengarang buku ” Fat Loss Not Weight Loss ” , fermentasi pada perut hewan luwak memberikan perubahan komposisi kimia pada biji kopi, meningkatkan kualitas rasa kopi, protein yang lebih rendah otomasi dan kadar lemak yang lebih tinggi.

Hal serupa pun di sampaikan oleh Dr. Ir Yadi Haryadi, Msc Ahli Teknologi Pangan IPB ( Institute Pertanian Bandung ) dan di tambahkan kalau kopi biasa bukan kopi luwak kemungkinan ada campuran antara kopi yang telah matang dengan kopi yang masih muda sehingga membuat rasa kopi jadi kurang sedap dan mengurangi kualitasnya.

Kopi luwak menurut Profesor Massimo Marcone yang menjabat di departemen ilmu pangan Canada:

Ketika sebuah biji kopi luwak, kopi yang paling mahal di dunia, keluar ujung kucing besar setelah sudah dimakan oleh binatang itu – disebut musang atau luwak – sifat mikro-struktural biji tersebut diubah, menurut penelitian baru oleh seorang ilmuwan University of Guelph diterbitkan di Food Research International.

Mereka lebih keras, lebih rapuh dan berwarna lebih gelap dari jenis yang sama kacang yang belum dimakan dan dicerna oleh hewan tiga sampai 10-pon memanjat pohon ditemukan di Ethiopia dan Indonesia. “Perubahan kacang menunjukkan bahwa selama transit melalui jalur GI musang itu, berbagai biokimia pencernaan sebenarnya menembus ceri kopi luar dan mencapai permukaan kacang yang sebenarnya, di mana perubahan warna kimiawi terjadi,” kata Massimo Marcone, penulis buku “Komposisi dan sifat-sifat musang kelapa kopi Indonesia (Kopi luwak) dan kopi luwak Ethiopia”. Marcone adalah seorang profesor di Departemen Ilmu Pangan.

“Biji musang lebih rendah dalam total protein, menunjukkan bahwa selama proses pencernaan, protein sedang dipecah dan juga tercuci keluar dari kacang,” kata Marcone. “Karena protein adalah apa yang membuat kopi pahit selama proses pemanggangan, tingkat yang lebih rendah protein mengurangi kepahitan kopi luwak Kopi.”

Meskipun bersertifikat tester manusia buta bisa menemukan sedikit perbedaan dalam keseluruhan rasa dan aroma biji, mesin hidung elektronik bisa mendeteksi bahwa aroma biji kopi luwak juga terpengaruh.

Jadi rasanya yang enak, tetapi kopi, setelah melalui perjalanan pencernaan hewan,aman untuk diminum? Marcone menemukan bahwa walaupun biji kopi luwak secara signifikan lebih terkontaminasi dari biji biasa, kacang musang di pasar sebenarnya cukup bersih. “Luwak biji biasanya ekstensif dicuci dengan air mengalir setelah koleksi,yang mengeluarkan bakteri,”katanya.

“Kopi Luwak adalah sebuah kopi yang kaya, halus dengan bersahaja, tekstur seperti sirop & ada sedikit rasa coklat “kata Marcone.

Marcone juga mempelajari lebih makanan umum yang telah diproses melalui jalur pencernaan makhluk hidup, termasuk madu, sarang burung yang dapat dimakan dan minyak argan.